Kamis, 08 Juni 2023

Jenis Kertas yang Biasa digunakan dalam Percetakan

Berikut 10 jenis kertas yang sering digunakan pada dunia percetakan. Kita ketahui bahwa percetakan merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi sebagian orang. Sebab saat ini banyak orang yang membutuhkan jasanya untuk mencetak berbagai macam cetakan, seperti kartu nama, paper bag, spanduk, dan sebagainya. Mungkin Anda termasuk salah seorang yang sedang mencari jasa percetakan murah dan berkualitas tersebut. Selain desain yang menarik, sebelum mencetak sesuatu informasi mengenai berbagai kertas yang biasa digunakan di dunia percetakan perlu untuk Anda ketahui. Berikut ini beberapa jenis-jenis kertas yang paling sering digunakan dalam dunia percetakan. Gunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Kertas Art Paper

Art paper atau yang biasa disebut dengan kertas konstruk adalah salah satu jenis kertas yang mempunyai permukaan licin. Jenis kertas Kertas art paper adalah sebuah jenis kertas brosur yang sering dipesan oleh perusahaan untuk kebutuhan promosi. Selain untuk brosur, kertas art paper juga dapat dijadikan sebagai kertas untuk tiket konser karena bahannya yang tipis dan harganya yang murah. Sebagai tambahan kertas art paper juga dapat digunakan untuk cetak flyer majalah katalog dan lain lain. Ada beberapa tingkat atau gramatur dari kertas ini, yaitu 85 gr, 100 gr, 115 gr, 120 gr, hingga 150 gr.

2. Kertas Art Carton

Di kedua permukaan dari jenis kertas ini sama persis dengan permukaan art paper, yaitu kertas licin dan halus. Hanya saja, kertas art carton adalah sebuah kertas untuk cover buku dikarenakan harganya yang sangat ekonomis. Karena kertasnya yang tebal, kertas art carton adalah kertas untuk katalog yang sempurna dan digemari oleh banyak perusahaan. Sebagai tambahan kertas ini juga banyak digunakan untuk kebutuhan cetak kartu nama, map folder dan lain lainnya. Gramatur yang tersedia pun lebih banyak, mulai dari 190 gr hingga 400 gr.

3. Kertas Ivory

Jenis kertas ini hampir sama dengan kertas art carton, baik dalam ketebalan maupun kehalusan permukaannya. Perbedaannya permukaan halus pada kertas ivory hanya ada di satu sisi saja. Sedangkan untuk sisi yang lain tanpa coating. Kertas ini sangat cocok bagi Anda yang ingin cetak paper bag atau dus-dus kosmetik. Untuk gramaturnya Anda tinggal memilih disesuaikan kebutuhan mulai dari 400 gr, 310 gr, 250 gr, 230, gr, dan yang terendah 210 gr.

4. Kertas Dupleks

Kertas jenis ini mempunyai warna berbeda di dua permukaannya. Di satu sisi berwarna putih, sedangkan sisi lain berwarna abu-abu. Biasanya kertas dupleks ini banyak digunakan bagi Anda yang ingin mencetak dus pembungkus makanan atau obat-obatan. Anda bisa memilih gramatur yang disediakan, yaitu 500 gr, 450 gr, 400 gr, 350 gr, 310 gr, 270 gr, dan 250 gr.

5. Kertas HVS

Untuk kertas yang satu ini tentunya sudah banyak orang yang mengetahuinya. Sebab kertas HVS adalah jenis kertas populer yang biasa digunakan untuk mencetak isi buku atau fotocopy. Permukaannya yang kasar membuat kertas HVS ini lebih sering digunakan banyak orang. Gramatur kertas yang bisa Anda pilih mulai dari 60 gr yang terendah, 70 gr, 80 gr, hingga 100 gr.

6. Kertas Samson Kraft

Kertas ini cukup kreatif sebab dihasilkan dari proses daur ulang. Tak heran jika warna dari kertas ini coklat. Biasanya kertas samson kraft sering digunakan untuk membuat paper bag atau bungkus yang lain. Ada dua gramatur yang sering digunakan, yaitu 70 gr dan 80 gr.

7. Kertas BW

Kertas BW adalah jenis kertas untuk thanks card yang sangat populer. Jenis kertas inilah yang lebih variatif. Sebab selain permukaannya bertekstur, warna yang disediakan pun cukup banyak. Disamping itu, kertas BW adalah kertas tebal untuk print berbagai macam kebutuhan percetakan seperti kartu nama atau sertifikat. Anda bisa memilih salah satu gramatur yang disediakan mulai dari 250 gr, 220 gr, atau 160 gr.

8. Kertas Yupo

Kertas Yupo adalah sebuah kertas tipis yang bergramatur 150 gsm dan memiliki warna putih yang terang dan glossy. Kertas cetak ini banyak digunakan untuk membuat Kartu Nama, Booklet Company profile. Karakteristik yang membuat Kertas Yupo terkenal adalah bahannya yang tidak bisa sobek. Untuk masalah harga, kertas ini memiliki harga yang bersaing dengan kertas lainnya.

9. Kertas Concorde

Kertas Concorde adalah sebuah kertas banyak digemari oleh perusahaan dan anak kuliah. Kertas ini memiliki 2 jenis gramatur kertas yaitu 120 gsm dan 250 gsm. dengan ketebalan ini, kertas concord sangat cocok untuk membuat Kartu Nama, Undangan dan Sertifikat. Ditambah lagi, kertas ini memiliki tekstur bergelombang horisontal yang untuk dan berbeda dari kertas lainnya. Kertas Concorde bisa di beli di hampir semua toko buku atau bisa membelinya secara Online di Tokopedia, Shopee atau Bukalapak.

10. Kertas Splendorgel

Kertas Splendorgel adalah sebuah kertas hardcover Premium yang memiliki tektur halus dan berwarna putih terang. Kertas ini sering digunakan untuk mencetak Company Profile, Booklet, Photobook, Kartu Nama dan lainnya. Harga kertas ini tergolong mahal, Jika ingin mencetak untuk kebutuhan yang premium kertas ini bisa dijadikan pilihan yang sempurna.

11. Kertas Mohawk Eggshell

Kertas Mohawk Eggshell adalah sebuah kertas yang memiliki warna putih gading dengan beberapa pilihan gramatur kertas 148 gsm, 216 gsm, 270 gsm Jika suka dengan gaya vintage, kertas ini bisa dijadikan pertimbangan. Permukaan kertas ini sedikit terlihat kasar, akan tetapi itu yang menjadi daya tarik kertas ini. kartu nama, photobook, booklet, company profile, sertifikat, map perusahaan adalah beberapa jenis produk percetakan yang biasa menggunakan kertas premium ini.

12. Kertas Coronado

Jika ingin cetakan anda memiliki tampilan yang elegan, mungkin kertas Coronado adalah sebuah pilihan yang cocok. Kertas Coronado adalah sebuah jenis kertas yang memiliki tekstur berbintik. Kertas ini sangat bagus untuk membuat produk percetakan seperti kartu nama, booket, company profile, Undangan, Map perusahaan yang menginginkan tampilan yang berbeda. Tidak disarankan untuk melaminasi kertas ini karena akan merusak tekstur unik kertas.

13. Kertas Linen Jepang

Kertas Linen Jepang adalah sebuah kertas yang memiliki tekstur yang unik. Jika dilihat dari dekat. Kertas ini memiliki permukaan yang menyerupai simbol #. Dikarenakan teksturnya yang unik, kertas ini sering digunakan untuk kebutuhan mencetak sertifikat, undangan atau kartu nama. Ketebalan atau gramatur yang dimiliki oleh kertas ini adalah 230 gsm sehingga cukup tebal untuk di gunakan. Sebagai tambahan, kertas Linen Jepang tidak bisa dilaminasi dikarenakan teksturnya jika berencana untuk laminasi kertas mungkin menggunakan jenis kertas cetak lainnya adalah pilihan yang lebih tepat.

14. Kertas Yellow Board

Karena kertas yellow board yang cukup tebal, maka membuat kertas ini banyak digunakan sebagai rangka sebuah undangan jenis hard cover. Kelemahan dari kertas ini adalah tidak bisa dicetak di percetakan offset. Tak heran jika kemudian kertas ini perlu dilapis dengan kertas art paper atau dupleks saat pencetakan. Beberapa gramatur yang bisa Anda pilih adalah YB 40 dan TB 30.

15. Kertas Fancy Paper

Keunikan dari kertas ini mempunyai banyak ragam, baik karakteristik, jenis maupun warnanya. Tak heran jika kertas ini sering digunakan untuk membuat sebuah undangan pernikahan. Beberapa jenis dari kertas fancy paper adalah jasmine, hawai, millennium, java emboss, dan masih banyak lagi. gramatur yang disediakan pun cukup beragam, yaitu 300 gr, 220 gr, 100 gr, dan 80 gr. Anda tinggal memilih salah satunya.

16. Kertas Corrugated

Kertas ini mempunyai ciri bergelombang pada permukaannya dan berwarna coklat. Biasanya kertas corrugated ini digunakan sebagai dus mi instan, dus komputer, dan sebagainya. Seperti halnya kertas yellow board, kertas ini membutuhkan kertas lain jika perlu dicetak di percetakan murah.

17. Kertas NCR.

Kertas NCR atau yang biasa disebut dengan Carbonless paper, adalah sebuah jenis kertas printing yang tipis dan memiliki karakter seperti HVS. Kertas ini memiliki 2 lapisan unik yang tidak dapat ditemukan di jenis kertas lainnya, Yaitu Color Transfer dan Color Receiver. Sisi yang yang mengirimkan gambar memiliki kandungan microcapsule pada permukaanya. Untuk menggukana kertas ini, Letakan kertas yang berjenis color transfer di atas kertas yang berjenis color receiver. Pada saat diberi tekanan dengan menulisnya dari atas, microcapsule ini akan pecah kelapisan bawah sehinga terbentuklah sebuah image atau teks.Kertas NCR memiliki beberapa jenis warna seperti Putih, Merah, Hijau, Kuning Biru. Gramatur kertas yang dimiliki kertas NCR ini cukup tipis yaitu 60 gsm.

Itulah beberapa Jenis kertas yang sering digunakan untuk kebutuhan percetakan. Diharapkan dengan mengenal jenis kertas ini, Anda bisa mengkreasikannya menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Artikel Lainnya

Lau Kaban sumber mata air pertama kota medan

Kamis, 09 Maret 2023

Belajar Coding

7 Cara Belajar Coding yang Efektif untuk Pemula
Binar Academy — Bagi pemula, belajar coding terkesan rumit dan butuh usaha keras. Eits, tapi jangan dulu mundur karena ada beberapa cara belajar coding yang efektif dan cepat untuk kamu praktikkan. Jika sudah tahu tips yang tepat, maka prosesnya akan terasa lebih mudah.

Bagaimana Cara Belajar Coding yang Efektif?
Dengan belajar coding secara intensif, kamu punya peluang untuk menjadi programmer yang andal dan berpeluang mendapatkan pekerjaan yang baik. Selain itu, kreativitas, kemampuan problem solving, dan logika kamu pun juga akan terasah selama mempelajarinya. Semakin bersemangat, kan?

Apabila mencari mentor menjadi pilihan kesekian, maka belajar coding otodidak merupakan alternatif yang terbaik, bagi pemula sekalipun. Tidak perlu membayangkan proses belajar yang rumit karena 7 tips berikut ini akan memberikanmu kemudahan selama belajar coding:

1. Pelajari konsep dasar coding
Langkah paling awal yang harus kamu lakukan yaitu mengetahui tentang konsep dasar coding. Ada 5 hal yang mendasari coding antara lain:‍
  • Struktur Data, format khusus yang berhubungan dengan penyimpanan dan analisis data sesuai dengan tujuan penggunaannya.
  • Variabel, hal yang merujuk pada angka, nilai, memory address dan character string yang menjadikan seorang programmer bisa menciptakan program tertentu.
  • Control Structure, blok pemrograman yang bermanfaat untuk menganalisis suatu variabel dan memutuskan arah berikutnya.
  • Tools, merujuk pada program komputer yang berguna untuk membuat, mendukung, memelihara sekaligus mengoperasikan debug.
  • Syntax, kode yang bisa dimengerti oleh komputer sehingga tujuan programmer tercapai.
2. Pelajari jenis-jenis developer
Cara belajar coding yang efektif selanjutnya yakni dengan mengenali tiap jenis developer. Hal ini sangat penting karena developer bertugas untuk mengembangkan website atau aplikasi. Setiap jenis developer punya coding yang berbeda, lho!

Beberapa jenis developer yang perlu kamu ketahui meliputi:‍
  • Front-end developer, jenis developer yang mengurusi masalah website dari tampilan. Umumnya menggunakan CSS, JavaScript dan HTML.
  • Back-end developer, jenis developer yang mengurusi masalah pengelolaan aplikasi, server dan database untuk memastikan adanya komunikasi yang lancar tanpa terhambat.
  • Full-stack developer, jenis developer yang bertugas untuk memperbaiki front-end dan back-end yang ada pada sebuah website atau aplikasi.‍
3. Pahami perbedaan bahasa pemrograman
Sebagai programmer, istilahnya kamu akan berkomunikasi dengan komputer yang pasti tidak paham bahasa manusia. Makanya, kamu wajib belajar bahasa pemrograman berupa kode khusus yang dipahami oleh perangkat komputer.

Ada beberapa tipe bahasa pemrograman yang meliputi:

Style Sheet
Tipe bahasa ini digunakan untuk mengatur tampilan konten, misalnya warna, font, dan layout. Jenis bahasa yang termasuk style sheet yaitu Cascading Style Sheet (CSS) dan Sassy Cascading Style Sheet (SCSS);

Markup
Fungsi tipe bahasa ini adalah mengurusi masalah struktur website atau aplikasi dan menata informasi yang ditampilkan. Contohnya yaitu Hypertext Markup Language (HTML), Extensible Hypertext Markup Language (XHTML) dan Keyhole Markup Language (KML).

Script
Tipe ini merujuk pada perintah komputer yang otomatis langsung dieksekusi. Jenis bahasa codingnya antara lain JavaScript, Ruby, Python, PHP dan Perl.

4. Cermati coding yang dibuat orang lain
Sering tidak dilirik, padahal mempelajari coding yang dibuat oleh orang lain merupakan salah satu cara belajar coding yang efektif untuk pemula. Bukan berarti mencuri atau menjiplak hasil kerjaan orang, ya. Tentu saja coding yang dipelajari bersifat open source.

Mulailah dengan melihat coding yang sederhana agar kamu tidak terbebani dengan hal yang terlalu rumit di awal. Dari coding tersebut, cobalah untuk menganalisis hal berikut ini:
  • Kesalahan yang mungkin ditemukan pada potongan coding;
  • Metode yang diaplikasikan pada line coding;
  • Penggunaan kode tertentu untuk mengubah fungsi yang dimiliki.

5. Baca buku coding
Jika memilih belajar otodidak, maka jangan remehkan bacaan yang berhubungan dengan coding. Kamu bisa memilih versi buku cetak atau digital yang berisi panduan mempelajari coding khusus untuk pemula.

Ada banyak buku pemrograman bagus yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kok. Jadi, kamu tidak perlu repot bolak-balik membuka kamus bahasa Inggris. Cara ini terbilang cukup efektif karena kamu bisa memilih buku mudah dipahami dan sesuai dengan apa yang ingin dipelajari.

6. Awali dari HTML
Bagi para pemula, cobalah belajar coding dengan memulai dari HTML sebagai bahasa markup. Langkah ini sudah sering diambil oleh orang yang ingin belajar pemrograman. Kenapa harus HTML? Sebab, semua website pasti memakai HTML sebagai dasarnya.

Terlebih, HTML merupakan bahasa pemrograman yang memiliki syntax sederhana sehingga mudah dipahami oleh pemula. Pada tipe HTML5, misalnya, syntax yang dimiliki sangat sederhana tapi tetap minim kesalahan.

Setelah cukup menguasai HTML, barulah mengeksplor bahasa pemrograman lain seperti SCSS dan CSS. Kamu juga bisa mempelajari tipe bahasa tersebut secara bersamaan karena HTML dan CSS diibaratkan serangkai.

Jadi, HTML mengurusi masalah struktur tampilan, sedangkan CSS atau SCSS bertugas dalam mendesain tampilan website. Setelahnya, perluas ke JavaScript dan PHP.

7. Kembangkan kemampuan coding
Selanjutnya, kamu perlu mengembangkan kemampuan coding setelah berhasil menguasai dasar HTML, CSS, SCSS, PHP dan JS. Jika basicnya sudah digenggam, maka kemampuan kamu lebih mudah untuk berkembang.

Pengembangannya bisa dimulai dari bahasa pemrograman C yang menjadi dasar dari bahasa pemrograman yang lebih rumit lagi. Kemudian, pelajari Python yang fungsinya cukup banyak untuk mengurusi statistik, mengembangkan web dan menciptakan berbagai fitur baru.

Setelah itu, coba lanjut pelajari Java yang ramah untuk pemula. Jika sudah berada di level mahir, maka jangan takut untuk memahami C++. Versi upgrade dari C tersebut berfungsi untuk membangun sistem operasi, aplikasi rumit dan grafis game.

Tips cara belajar coding yang efektif tersebut akan mempermudah proses belajar coding secara otodidak. Jangan lupa terus upgrade skill yang kamu punya karena bahasa pemrograman selalu berkembang pesat. Jika memungkinkan, bergabunglah dengan komunitas coding terdekat.

Makin Paham Belajar Coding di Binar Academy
Mendalami dunia programming akan lebih mudah jika kamu langsung mempraktikkannya ketimbang membaca-baca teorinya saja. Mau itu belajar coding secara otodidak ataupun mengikuti bootcamp seperti Binar Academy, keduanya akan efektif apabila kamu learning by doing dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Jika kamu tertarik untuk mendalami dunia programming dan dilatih seputar coding secara intensif, kamu dapat mengikuti bootcamp Full-Stack Web Development atau bootcamp Android Engineering yang Binar Academy sediakan.

Tak harus terburu-buru mengikuti bootcampnya, kamu dapat mempelajari sendiri terlebih dahulu materi-materi dasar seputar kedua topik tersebut melalui aplikasi Binar Academy. Selamat mencoba dan belajar!

Artikel terkait

MEMBUAT PROGRAM KOMPUTER

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT PROGRAM KOMPUTER



Dewasa ini sebuah program komputer bisa sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya Klik Medik dan Klik Akademik yang dikembangkan oleh PT. Klik Data Indonesia yang sangat membantu bagi rumah sakit, klinik dan universitas yang menggunakannya. Untuk membangun sebuah program komputer tidak hanya sekedar melakukan coding dengan bahasa pemrograman saja, ada banyak hal yang harus dipersiapkan, agar programMEMBUAT PROGRAM KOMPUTERian proses yang merupakan kegiatan dalam melakukan input data dan terakhir adalah output yang merupakan keluaran program atau hasil yang diharapkan. Berikut ini beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam membuat sebuah program komputer :

Analisis Kebutuhan Pembuatan Program
Saat hendak membuat program maka Anda tentunya harus mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan saat ini. Kemampuan Anda dalam menganalisa akan diasah setajam mungkin pada tahap ini. Setelah mengetahui kebutuhan akan sebuah program tertentu. Maka tentunya perlu Anda pikirkan mengenai apa saja komponen atau masukan data yang diperlukan sehingga nantinya bisa menghasilkan sebuah output yang diinginkan.

Rencana Desain Sistem
Setelah Anda menganalisa kebutuhan akan sebuah program, maka Anda perlu mendesain proses yang menerangkan bagaimana nantinya program tersebut bisa menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan yang ada. Pada dasarnya Anda bisa saja langsung melakukan coding dan tidak membuat rencana desain sistem namun jika terjadi kesalahan yang tidak diinginkan pada hasil program tersebut, Anda harus melakukan coding ulang dari awal yang tentunya hanya akan membuang-buang waktu saja. Sebaliknya Anda bisa membuat flowchart atau algoritma tentang rencana desain sistem tersebut. Flowchart biasanya berupa symbol-simbol sedangkan algoritma bisa berupa keterangan-keterangan yang Anda buat secara manual sesuai dengan yang Anda inginkan.

Implementasi Program Atau Coding


Setelah Anda merencanakan desain sistem dengan membuat flowchart atau algoritma maka tibalah saatnya Anda untuk melakukan coding atau implementasi program. Pada tahap ini juga termasuk juga kegiatan untuk melakukan testing dan melakukan perbaikan pada error yang Anda temukan. Karena biasanya pasti ada beberapa error yang terjadi setelah Anda melakukan coding. Sebab proses coding merupakan proses yang rumit dan dibutuhkan ketelitian untuk melakukannya.

Dokumentasi
Anda sebaiknya juga membuat semacam dokumentasi untuk mengarsipkan program-program yang pernah Anda buat. Pendataan itu sangat penting terutama jika Anda sudah membuat banyak sekali program. Mana tau kelak Anda membutuhkan catatan atau code program lama untuk Anda pergunakan kembali dalam mengembangkan program yang baru. Jika Anda tidak memiliki dokumen atau catatan mengenai program-program yang sudah pernah dibuat sebelumnya maka Anda sendiri yang kelak akan kerepotan saat membutuhkan code program tertentu.

Menguji Program
Pada tahapan ini maka Anda akan menguji program yang sudah selesai Anda buat, pada tahapan ini Anda akan menguji setiap modul yang ada, kemudian melakukan input data serta melihat bagaimana program akan menyelesaikan masalah yang ada. Jangan lupa juga untuk melakukan pengujian program pada berbagai situasi yang mungkin terjadi pada saat penggunaannya kelak.

Pengembangan Program
Pada tahap ini berkaitan dengan pengembangan program berupa update fitur hingga menghilangkan bug yang muncul. Jika program tersebut berhasil biasanya ke depannya pasti akan terus ada pembaruan-pembaruan pada modulnya untuk membuat program tersebut menjadi program yang lebih fungsional bagi para penggunanya.

Senin, 20 Februari 2023

BlogSpot

Tutorial-Header

Rabu, 10 Agustus 2022

Media penyimpanan data SSD dan HDD yang Perlu Diketahui!

Inilah 6 Perbedaan SSD dan HDD
yang Perlu Diketahui!

SSD dan HDD adalah dua tipe penyimpanan yang digunakan pada perangkat komputer ataupun laptop zaman sekarang. Keduanya banyak dijual di pasaran dengan harga yang bervariasi tergantung kapasitas penyimpanan (dengan ukuran GB atau TB) yang digunakan.

Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan penggunaan, banyak komputer dan laptop yang lebih menyarankan penggunaan SSD. Meskipun tidak sedikit juga yang masih mempertahankan HDD sebagai kapasitas penyimpanannya. Ada juga yang menggunakan keduanya bersamaan.

Anda termasuk yang mana? Apakah Anda menggunakan SSD atau masih memakai HDD? Atau Anda bingung diantara keduanya? Jika Anda masih bingung dengan kedua tipe perangkat penyimpanan ini, tidak usah khawatir. Pada kesempatan kali ini, Carisinyal bakalan menjelaskan soal perbedaan SSD dan HDD. Tetapi sebelumnya mari ketahui terlebih dahulu apa itu HDD dan SSD

Apa itu HDD?



HDD atau Hard Disk Drive merupakan tipe penyimpanan paling populer dan sudah digunakan sejak lama. HDD ini digunakan untuk menyimpan berbagai konten digital seperti foto, musik, video, aplikasi, bahkan untuk menyimpan dan menjalankan sistem operasi.

HDD pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 oleh IBM. HDD tersebut memiliki berat 500 tetapi memiliki ukuran penyimpanan 5 MB. Seiring berjalannya waktu, HDD berkembang menjadi bentuk yang lebih kecil tetapi memiliki ukuran kapasitas yang besar. Saat ini, ukuran HDD yang umum adalah HDD 3,5 inci dan 2,5 inci.

Produsen HDD terkemuka, Western Digital, pada 1989 mulai memperkenalkan standar IDE (Integrated Drive Electronics) untuk semua ukuran Harddisk. Kemudian pada 2004, produsen HDD lainnya, Seagate, mulai memperkenalkan HDD dengan antarmuka SATA yang lebih banyak dikenal saat ini dan jadi standar antarmuka HDD menggantikan antarmuka IDE.

HDD sendiri merupakan tipe penyimpanan berjenis non-volatile. Di dalam HDD, terdapat cakram padat atau piringan padat metal dengan lapisan magnet yang berfungsi sebagai penyimpanan data. Cakram padat ini bekerja dengan berputar sehingga ketika HDD bekerja, bakal terdengar suara putaran yang sebenarnya cukup berisik.

HDD yang beredar di pasaran saat ini terbagi dua, yakni HDD internal dan HDD eksternal. HDD internal merupakan jenis HDD yang difungsikan di dalam perangkat seperti sudah tertanam di laptop atau sudah jadi bagian dari unit CPU. Sementara HDD eksternal adalah HDD yang difungsikan sebagai penyimpanan data saja. Fungsinya mirip seperti flash disk.
 
Apa itu SSD?

SSD adalah singkatan dari Solid State Drive. SSD adalah teknologi penyimpanan terbaru yang dianggap lebih baik jika dibandingkan HDD. Lebih baik karena SSD menawarkan kecepatan baca dan tulis yang lebih cepat. Kemampuan tersebut bisa didapatkan karena SSD menggunakan chip flash untuk penyimpanan dan bukan cakram magnetik. Cara kerjanya mirip dengan flash disk.

Karena tidak menggunakan cakram magnetik sebagai penyimpanan data, SSD tidak menghasilkan bunyi yang berisik seperti halnya HDD. Selain itu, SSD juga cenderung tahan banting karena biasanya SSD yang terjatuh tidak akan terlalu merusak sistem penyimpanan di dalamnya. Sementara HDD rentan rusak dan mengalami corrupt data jika HDD tersebut jatuh.

Terdapat berbagai jenis SSD yang ada di pasaran. Ada tipe SD yang berbentuk seperti HDD 2,5 inci yang memiliki antarmuka SATA, ada juga tipe SSD dengan form factor M.2 SATA yang dipasangkan pada slot M.2.


Ada juga tipe SSD NVMe. Tipe SSD ini memiliki bentuk atau form factor yang mirip dengan SSD M.2 Hanya SSD NVMe memanfaatkan antarmuka PCIe. Karena itu, dipasaran sering dijumpai slot untuk M.2 yang dipergunakan untuk SSD. Slot ini ada dua jenis yakni slot M.2 SATA yang mendukung SSD M.2 tetapi tidak mendukung SSD NVMe. Yang kedua adalah slot M.2 NVMe yang mendukung SSD M.2 dan juga SSD NVMe.

SSD memang memiliki berbagai variasi yang terkadang menimbulkan kebingungan bagi banyak orang, barangkali termasuk Anda. Tapi yang pasti, SSD memiliki kemampuan hal dalam kecepatan yang lebih baik jika dibandingkan HDD. Namun, SSD juga memiliki beberapa kekurangan. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel yang membahas kelebihan dan kekurangan SSD yang bisa jadi referensi menarik.

Perbedaan SSD dan HDD

Setelah mengetahui tentang HDD dan SSD, selanjutnya mari bahas perbedaan tentang HDD dan SSD. Seperti apa kedua tipe penyimpanan ini. Mari simak berbagai perbedaan HDD dan SSD berikut ini.
1. Form Factor

Sudah disebutkan sebelumnya, jika SSD memiliki berbagai macam form factor dan antarmuka. Ada yang berbentuk seperti HDD 2,5 inci dan ada juga yang berbentuk seperti kepingan RAM (M.2 dan M.2 NVMe). Ada yang memiliki antarmuka SATA dan ada juga yang memiliki antarmuka PCIe.

Sementara HDD hanya berbentuk kotak 2,5 inci atau 3,5 inci dengan antarmuka SATA. Jenisnya ada dua, yakni tipe eksternal dan tipe internal. Kedua tipe ini cenderung hanya berbeda fungsi penggunaannya saja.
2. Komponen Di Dalamnya


HDD hadir dengan piringan padat yang berputar ketika HDD bekerja. Sementara SSD menggunakan teknologi penyimpanan flash yang tentunya tidak membutuhkan perangkat bergerak di dalamnya. Karena tidak memiliki perangkat yang bergerak di dalam, SSD cenderung memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan HDD yang rentan rusak jika terjatuh.
3. Kinerja



SSD merupakan teknologi penyimpanan terbaru. Karena teknologi terbaru, jelas SSD menawarkan kecepatan yang lebih baik jika dibandingkan HDD. SSD bisa memiliki kecepatan 10 kali lipatnya bahkan lebih.

Sebagai contoh, jika menggunakan aplikasi CrystalDiskMark, HDD yang umum biasanya hanya memiliki kecepatan kurang lebih 150 MB/s untuk baca dan tulisan data. Sementara SSD 2,5 inci SATA saja memiliki kecepatan baca dan tulis sekitar 500 MB/s. Paling cepat adalah SSD NVMe PCIe X4 yang bisa mencapai angka baca dan tulis di 5.000 MB/s atau bahkan lebih.

Selain itu, SSD menawarkan performa yang tidak berisik. Berbeda dengan HDD yang memiliki perangkat berputar sehingga membuat kinerjanya lebih berisik jika dibandingkan SSD.
4. Fragmentasi


Di dalam cakram padat HDD, terdapat blok-blok yang berfungsi sebagai tempat menyimpan data. Blok-blok ini bakal mengalami fase menulis dan menghapus data, tergantung bagaimana penggunaan. Jika penggunaan data cukup signifikan biasanya akan menimbulkan blok-blok yang tercerai-berai.

Mengapa bisa tercerai-berai? Karena biasanya ketika menyimpan data, data tersebut akan mengisi blok-blok yang kosong terlebih dulu. Misalnya sebuah blok data di HDD terdiri dari "XXXXXXX".

Kemudian data A tersimpan pada data tersebut sehingga blok data berubah menjadi AAAAXXXX. "X" dalam hal ini adalah blok data yang kosong. Ketika ada data baru katakanlah data B. Maka, akan tersimpan "AAAABBBB".


Kemudian data A dihapus, jadinya adalah "XXXXBBBB". Kemudian masuk data C yang lebih kecil ukurannya, maka menjadi X"XCCBBBB". Data B kemudian dihapus dan blok menjadi "XXCCXXXX".

Ketika kemudian tertulis data D dengan ukuran yang besar, maka blok akan mengisi seperti ini "DDCCDDDD". Tampak kalau blok D terpisah-pisah. Nah, tugas dari fragmentasi adalah merapikan blok-blok tersebut dengan tujuan agar performa HDD menjadi lebih kencang.

SSD tidak bekerja dengan cara demikian. Karena itu, fragmentasi tidak dibutuhkan ketika menggunakan SSD. Malah penggunaan fragmentasi dengan berbagai aplikasi (seperti Defrag, Ultradegrag, dsb) malah membuat performa SSD menurun, bahkan rusak.
5. Usia Pakai



Usi HDD berlaku dari cara perawatannya. Artinya, jika HDD mengalami kerusakan seperti bad sector, maka HDD tersebut sudah mulai rusak dan perlu digantikan. Jika tidak mengalami kerusakan, HDD memiliki usia pakai yang panjang.


Berbeda dengan SSD. SSD memiliki batas usia yang dihitung berdasarkan satuan Terabytes Written (TBW). Dalam bahasa yang lebih sederhana, TBW adalah hitungan untuk setiap kali menulis ulang data di SSD.

Tiap penulisan ulang tersebut, maka SSD akan mengalami penurunan kemampuan dan akan rusak jika mencapai batas TBW. Karena itu, usia SSD pada umumnya hanya berkisar 5 tahunan atau bisa tergantung tergantung kapasitas penyimpanan.
6. Harga


SSD memiliki harga yang lebih mahal per -GB-nya jika dibandingkan HDD. Semisal, harga 1TB HDD berada di kisaran Rp700 ribuan. Dengan kapasitas yang sama, yakni 1TB, SSD ditawarkan dengan harga 2x lipatnya, tergantung jenis SSD yang dipilih. Karena itu, SSD memiliki harga lebih mahal jika menghitung kapasitasnya.

Itulah penjelasan tentang perbedaan SSD dan HDD. Semoga artikel ini membantu, terutama bagi Anda yang masih bingung untuk memilih apakah ingin menggunakan SSD atau HDD.